Hari ini aku melihat photo prewedding-mu kak dan tak bisa
kupungkiri aku kacau.
Apa menariknya dia dibanding
aku, apa yang membuatnya terlihat lebih menarik daripada aku? Apa aku tidak layak mendapatkanmu? Ada begitu
banyak kalimat protesan yang ingin kuluapkan padamu. Tapi kak cinta bukan
sesuatu yang bisa didefinisikan dengan kata, Ia hanya mampu dirasakan oleh hati.
Sebagian orang berpikir aku
bodoh dan membuang – buang waktuku hanya untuk mencintaiku. Jika dimatamu juga
terlihat demikian biarkan saja seperti itu, aku menikmatinya.
Kak, aku tidak pernah jatuh
sedalam ini dan kamu adalah cinta pertama yang tak pernah bisa kumiliki. Mungkin
kamu tercipta hanya untuk kukagumi bukan untuk kumiliki. Sejak 2013 kuputuskan
untuk melupakanmu, tentu saja melupakan juga bukan suatu hal yang mudah. Tapi
kak, selama tahun – tahun berlalu aku selalu mencari – cari bayangmu hanya
untuk mengobati kerinduanku. Pernah suatu kali aku datang ketempat pertama kali
kita bertemu, dan begitu sampai disana, mereka bilang kamu baru saja mampir
kemarin. Kamu lihat kak? Bahkan takdir pun tak merestui hal kecil yang
membahagiakan terjadi, yaitu pertemuan kita.
Delapan tahun bukan waktu yang
sebentar, dalam rentang waktu itu kubelajar cara melupakanmu. Ketika rindu menghampiri,
kudatangi tempat - tempat yang mengingatkanku padamu. Jejakmu meski kini sudah
pudar masih terus kuikuti. Tempat bacaan itu, warung kopi yang tak pernah sepi
itu, kantor telkom, dan beberapa cafe yang biasa kamu datangi tapi nihil. Tetap
saja tak kutemukan sosok jangkungmu.
Pernah kucoba berhubungan dengan lelaki lain dan itu hanya bertahan beberapa bulan saja. nyatanya dirimu tak bisa digantikan dengan diri yang lain.
Kak, aku tak pernah meminta
lebih, aku hanya meminta kamu bahagia dan doakan aku agar bisa ikhlas
melepasmu.
Dan setelah delapan tahun
tersiksa akan cinta sepihak ini, aku masih tak bisa membencimu. Rasa itu
semakin membuncah, dan begitu sampai puncaknya aku melihat foto prewedd-mu. Kupikir
itu bukan hal yang serius. Tapi ternyata apa? aku menangis tersedu-sedu ketika
melihat fotomu bersanding dengan perempuan lain selain aku. Aku tersadar bahwa
selama ini aku tak pernah benar – benar melupakannmu, aku hanya selalu berpura –
pura melupakannmu.
Dengan ini kudoakan semoga
kamu selalu bahagia bersama perempuan pilihanmu, dengan begitu kamu tidak akan membuatku
menyesal merelakanmu untuk dia.
Oya kak, aku begitu bahagia ketika kamu bilang. kamu melihat artikel tentangku disurat kabar. Apa kamu tahu kak? kamu adalah alasan utamaku untukku menulis, karena dengan fiksi aku bisa memilikimu seutuhnya.
Bismillah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar