Cursor

Hetalia: Axis Powers - Taiwan

Selasa, 19 Februari 2019

Teruntuk kamu – seseorang yang hanya padanya kupanggil “Kak” (Based on true story)

Hari ini aku melihat photo prewedding-mu kak dan tak bisa kupungkiri aku kacau.

Apa menariknya dia dibanding aku, apa yang membuatnya terlihat lebih menarik daripada aku? Apa aku tidak layak mendapatkanmu? Ada begitu banyak kalimat protesan yang ingin kuluapkan padamu. Tapi kak cinta bukan sesuatu yang bisa didefinisikan dengan kata, Ia hanya mampu dirasakan oleh hati.

Sebagian orang berpikir aku bodoh dan membuang – buang waktuku hanya untuk mencintaiku. Jika dimatamu juga terlihat demikian biarkan saja seperti itu, aku menikmatinya.  
Kak, aku tidak pernah jatuh sedalam ini dan kamu adalah cinta pertama yang tak pernah bisa kumiliki. Mungkin kamu tercipta hanya untuk kukagumi bukan untuk kumiliki. Sejak 2013 kuputuskan untuk melupakanmu, tentu saja melupakan juga bukan suatu hal yang mudah. Tapi kak, selama tahun – tahun berlalu aku selalu mencari – cari bayangmu hanya untuk mengobati kerinduanku. Pernah suatu kali aku datang ketempat pertama kali kita bertemu, dan begitu sampai disana, mereka bilang kamu baru saja mampir kemarin. Kamu lihat kak? Bahkan takdir pun tak merestui hal kecil yang membahagiakan terjadi, yaitu pertemuan kita.

Delapan tahun bukan waktu yang sebentar, dalam rentang waktu itu kubelajar cara melupakanmu. Ketika rindu menghampiri, kudatangi tempat - tempat yang mengingatkanku padamu. Jejakmu meski kini sudah pudar masih terus kuikuti. Tempat bacaan itu, warung kopi yang tak pernah sepi itu, kantor telkom, dan beberapa cafe yang biasa kamu datangi tapi nihil. Tetap saja tak kutemukan sosok jangkungmu.

Pernah kucoba berhubungan dengan lelaki lain dan itu hanya bertahan beberapa bulan saja. nyatanya dirimu tak bisa digantikan dengan diri yang lain.

Kak, aku tak pernah meminta lebih, aku hanya meminta kamu bahagia dan doakan aku agar bisa ikhlas melepasmu.
Dan setelah delapan tahun tersiksa akan cinta sepihak ini, aku masih tak bisa membencimu. Rasa itu semakin membuncah, dan begitu sampai puncaknya aku melihat foto prewedd-mu. Kupikir itu bukan hal yang serius. Tapi ternyata apa? aku menangis tersedu-sedu ketika melihat fotomu bersanding dengan perempuan lain selain aku. Aku tersadar bahwa selama ini aku tak pernah benar – benar melupakannmu, aku hanya selalu berpura – pura melupakannmu.

Dengan ini kudoakan semoga kamu selalu bahagia bersama perempuan pilihanmu, dengan begitu kamu tidak akan membuatku menyesal merelakanmu untuk dia.

Kak, Jika suatu hari kamu membaca ini, semoga perasaanku padamu sudah berubah dan aku hidup bahagia bersama sepotong hati yang lain yang bisa lebih menenangkanku ketika menangis dibanding kamu.

Oya kak, aku begitu bahagia ketika kamu bilang. kamu melihat artikel tentangku disurat kabar. Apa kamu tahu kak? kamu adalah alasan utamaku untukku menulis, karena dengan fiksi aku bisa memilikimu seutuhnya. 


Bismillah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar