Cursor

Hetalia: Axis Powers - Taiwan

Selasa, 02 April 2019

Review Rooftop Buddies


[Review Book]



Judul buku : Rooftop Buddies
Penulis : Honey Dee
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 264 hlm
Tahun Terbit : 2018

“Take a deep breath, Rie. Ini napas terakhir kita,” Ucap Bree dengan wajah santai seolah menjemput kematian adalah hal paling menyenangkan baginya. Kematian seakan menjadi sesuatu yang begitu dirindukannya karena hidup sudah terasa sangat menjengkelkan.

Saat hidup begitu melelahkan, apakah mati menjadi pilihan yang lebih mudah?

-----------------------------------------------------------Rooftop buddies adalah Novel remaja, proyek dari Gramedia Writing Project yang ditulis oleh Honey Dee seorang penjuang kanker yang memiliki tujuan hidup berbagi pengalaman melalui tulisan.

Novel ini mengisahkan tentang kehidupan Rie tepatnya Mirielle dan Bree-Brian Mahendra. Dua orang yang bertemu dirooftop sebuah gedung setinggi 35 lantai, dan memiliki keinginan yang sama yaitu bunuh diri.
.
.
.
Rie adalah seorang murid yang berusia tujuh belas tahun, seorang kakak dari jojo, bukan penggemar drama korea, dia memiliki begitu banyak sarang laba-laba diotaknya, tidak punya teman yang bisa menenangkannya ketika sedang berada dititik terendah dalam hidup dan penderita kanker.-Memiliki masa kecil yang hancur karena objek bully.
.
.
.
Bree adalah pembuat website Slowrun dot com, seorang lelaki tampan, memiliki mata hitam yang indah, tangan yang besar dan kokoh, kaya dan mandiri. Dia memiliki hidup yang kacau karena ayahnya yang korupsi, mantan pacar yang begitu dicintai mencampakkannya dan seorang ibu yang tak pernah bisa selalu dia ajak berbagi banyak hal karena berada diruang dan waktu yang berbeda.
.
.
.
Disaat tengah malam dimana ketika semua orang sedang asyik menikmati mimpinya, Rie naik ke rooftop untuk bunuh diri. Penderita kanker-inilah alasan utama kenapa dia ingin bunuh diri, dia tidak ingin orang yang dicintainya melihat proses kematiannya secara perlahan. Kalau memang kematian sudah pasti akan datang, kenapa tidak dipercepat saja? Begitu pikirnya. Dan disanalah dia bertemu dengan lelaki tampan-Bree yang memiliki niat yang sama dengannya. Bree adalah Seseorang yang bisa membuatnya nyaman, hingga tanpa sadar dia berbagi semua tentang hidupnya ke Bree. Dari sanalah mereka berteman dan menyebut diri Rooftop Buddies.
"Laki-laki dinilai dari bagaimana dia memperlakukan perempuan" (hal.99).
Sebelum melakukan aksi bunuh dirinya, Rie memiliki keinginan dalam hidup yang ingin diwujudkannya sebelum meninggal totalnya ada 11 dan Bree ingin mewujudkannya.
.
.
.
Bagaimana kisah Rie dan Bree?
Hal apa saja yang terjadi pada hari-hari mereka ketika mewujudkan daftar keinginan Rie itu?
 Apakah mereka jadi melakukan aksi bunuh dirinya yang tertunda?
Temukan jawabannya dalam buku Rooftop Buddies karya Honey dee
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar