Cursor

Hetalia: Axis Powers - Taiwan

Selasa, 27 September 2016

SISTEM AKUNTANSI

A. PENGERTIAN SISTEM     Sistem adalah kumpulan elemen yang saling berkaitan dan bekerja sama dalam melakukan kegiatan untuk mencapai suatu tujuan.

Pengertian sistem dilihat dari prosedur atau kegiatannya, sistem merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dibuat untuk melaksanakan program perusahaan.

B. Pengertian Akuntansi
     Akuntansi adalah proses dari transaksi yang dibuktikan dengan faktur, lalu dari transaksi dibuat jurnal, buku besar, neraca lajur, kemudian akan menghasilkan informasi dalam bentuk laporan keuangan yang digunakan pihak-pihak tertentu.

Pihak-pihak yang menggunakan laporan keuangan:
  • Pihak manajemen perusahaan
  • Pemilik perusahaan
  • Investror dan pemegang saham
  • Kreditor
  • Pemerintah
  • Karyawan
Sistem akuntansi adalah kumpulan elemen yang terdiri dari:


  1. Formulir
Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk mencatat terjadinya transaksi ekonomi diperusahaan. dokumen dapat ditulis dalam secarik kertas untuk mendokumentasikan suatu transaksi ekonomi. Contoh: Formulir adalah faktur penjualan
contoh faktur penjualan

    2. Jurnal
Jurnal merupakan Pencatatan berupa debit dan kredit yang bersumber dari formulir. Dalam jurnal ini data keuangan untuk pertama kalinya digolongkan dalam akun-akun dan dimasukkan kedalam debit maupun kredit. Contoh: Jurnal umum
 Hasil gambar untuk Jurnal umum

3. Buku Besar
Buku besar merupakan akun-akun ynag dikelompokkan dan berdasarkan akun yang sudah dikelompokkan tadi dilakukan penjumlahan nilai uangnya.
 Contoh Buku Besar
Hasil gambar untuk Buku Besar

4. Buku Pembantu
Buku Pembantu berfungsi untuk membantu merinci akun yang ada dibuku besar. Buku Pembatu ini terdiri dari akun pembatu yang merinci data keuangan yang tercantum dalam rekening tertentu dalam buku besar. Contohnya: akun hutang dagang
Hasil gambar untuk Buku pembantu

5. Lpaoran Keuangan
Laporan Keuangan merupakan hasil akhir proses akuntansi. Laporan keuangan terdiri dari neraca, laporan laba rugi yag digunakan perusahaan untuk melakukan pengambilan keputusan gunamencapai tujuan perusahaan.
Neraca menunjukkan kekayaan perusahaan pada periode tertentu.
Laba-rugi menunjukkan laba atau rugi perusahaan yang diperoleh selama periode tertentu.

Format Neraca
 Hasil gambar untuk Neraca

Format laba rugi
Hasil gambar untuk Laba rugi

DURASI MEMOAR (13 Oktober 2013)

DURASI MEMOAR
“Mar, buruan sudah ditungguin anak-anak ini” suara Tita disebrang sana
“Iya ini lagi otw kesana”
“Ya sudah. Jangan lama-lama ya” ucap Tita sebelum pembicaraan kami ditelepon  benar-benar terputus
Tap tap tap….
Kupacu langkahku secepat mungkin. Dengan membawa beberapa buku ditangan dan keperluan lain yang kita butuhkan untuk mengerjakan tugas dari kampus, semua barang ini membuatku tanganku penuh dan  agak susah untuk sampai ketujuan dengan cepat. Sebenarnya aku butuh bantuin seseorang untuk membantu membawakan semua ini. Aku berjalan dengan terburu-buru tak ingin teman-temanku terlalu lama menungguku.
Bruukkk…
“Aw,eh kalau jalan lihat-lihat donk. Punya mata gak sih”
“Maaf maaf nggak sengaja” ucapku seraya membereskan semua barang-barang yang aku bawa tanpa melihat siapa orang yang aku tabrak.
“Loh Ta, kamu ternyata” orang yang aku tabrak belum pergi ternyata fikirku. Aku segera mendongak untuk melihat siapa orang itu.
“Hey Ga, kok belum pulang? ” tanyaku sambil tetap focus pada barang bawaanku yang berantakan dilantai
“Iya ini baru mau pulang habis ketemu bokap”
“Berantem lagi? eh sorry ya aku buru-buru soalnya”
“Iya gak pa-pa, aku bantuin ya. Kamu juga kok belum pulang, buru-buru lagi mau kemana?”
“Ini mau bikin tugas dari pak Mahmud, biasa disuruh praktek gitu”
“Sini aku bantuin bawa, biar nggak jatuh lagi”
“Nggak usah ngrepotin ntar”
“Nggak pa-pa lagian aku nggak buru-buru kok. Dibawa kemana ini?”
“Ke aula, makasih ya Ga”
“iya”
Kami berjalan berdampingan, dengan tangan yang penuh barang-barang. Berada didekatnya membuat jantungku berdetak semakin gencar. Tak bisa ku pungkiri bahwa aku menyayanginya. Entah sejak kapan. Seringnya bertemu dan berkomunikasi dengannya membuat aku dan dia semakin akrab. Jalan bareng dab berbagi tentang semua hal termasuk keinginan papanya. Dia adalah orang yang menyenangkan, meski dia terlahir dari keluarga yang berada dia tak pernah memilih untuk berteman. Menurut dia semua orang di dunia itu sama saja yang membedakan mereka bukanlah status sosialnya melainkan amal perbuatannya. Selain penampilan fisik rupawannya yang menambah nilai plus pada dirinya adalah dia memiliki jiwa social yang tinggi. Ingin sekali ku hentikan waktu dalam beberapa lama agar aku bisa lebih lama menikmati pemandangan makhluk indah ciptaan-NYA ini.
“Ta, besok aku mau ke Taman bacaan mau ikut nggak?”
Aku masih asyik dengan dunia imajinasiku hingga tak memperdulikan perkataan Yoga.
“Maretha” panggilnya kembali setelah tak mendapatkan jawaban dariku
“Eh iya, kenapa Ga?” tanyaku gelagapan
“Besok aku mau ke taman baca, kamu mau ikut apa enggak?”
“Memangnya aku boleh ikut?”
“Ya boleh lah, so gimana?”
“Iya dech aku ikut”
“Besok aku jemput kerumah kamu okey.”
Pembicaraan kami pun berakhir sampai disitu karena tempat yang kami tuju pun sudah ada di depan mata.
“Makasih ya sudah mau repot-repot bantuin”
“Iya sama-sama”
“Aku masuk dulu temen-temen sudah nungguin”
“Silahkan” ucapnya seraya membungkuk dan tangannya mempersilahkanku, layaknya yang dilakukan pengawal kepada sang putri.
***
“Tapi menjadi seorang dokter bukanlah keinginanku pa, aku punya cita-cita dan mimpi yang kubangun sendiri”
Suara itu tak asing lagi bagiku, itu suara Yoga. Suara itu berasal dari ruangan pak rector.
“Tapi amanat almarhumah mama kamu menginginkan kamu menjadi seorang dokter yang hebat”
“Tapi, pa”
“Sudah tidak ada tapi-tapian lagi. Kamu harus tetap menjadi seorang dokter seperti keinginan almarhumah mamamu. Lusa kamu harus berangkat ke Australia, papa sudah daftarkan kamu disana.” Ucap papanya sebelum meninggalkan Yoga diruangan itu.
Dengan ragu-ragu aku memasuki ruangan itu, pak rector sudah tidak ada disana. Entah kemana perginya setelah memaksa Yoga untuk menuruti kemauannya. Kudapati tubuh jangkung itu sedang berdiri di dekat jendela, pandangannya masih berpusat keluar jendela entah apa yang dilihatnya. Bahkan aku tak yakin kalau dia benar-benar menikmati keindahan apa yang dia lihat itu.
“Ga,” panggilku seraya memegang pundaknya
“Hey Ta” dia kaget, dan mencoba untuk tetap tegar
“Are you okay?”
“Enggak Ta, papa masih tetap memaksaku untuk menjadi seorang dokter. Kamu tau betul kalau itu bukan keinginanku”
“Iya aku tahu, kamu ingin sekali menjadi seorang arsitektur. Tapi, tidak ada salahnya kan kamu mengikuti keinginan orang tuamu?”
“Tidak Ta, kalau aku mengikuti keinginan mereka sama saja aku dengan sebuah robot. Aku bisa menjalani profesi sebagai seorang dokter tapi hatiku pasti akan menolaknya, setiap hari aku harus menenangkan hatiku bahwa ini semua akan berakhir. Lagipula kalau tetap dipaksakan hasilnya tidak akan bisa maksimal.”
“Apa kamu tidak ingin membahagiakan mereka? kamu adalah anak satu-satunya mereka, bukankah selalu berbakti dan membahagiakan orang tua itu adalah keinginanmu. Cobalah mengalah untuk kebahagiaan mereka Ga, meski itu harus mengorbankan cita-citamu. Aku tahu kamu adalah orang yang bijak, dan aku yakin kamu pasti bisa menentukan pilihan yang terbaik”
Aku meninggalkannya. Aku rasa dia butuh waktu untuk sendiri. Menentukan jalan mana yang harus dia ambil bukan hal yang mudah. Apa aku akan kehilangan dia jika dia menuruti keinginan orang tuanya. Aku belum siap melepasnya.
***
Kringg kringgg…
“Halo”
“Mar, Yoga gak ada dia kecelakaan”
Suara di ujung sana membuatku mendadak lemas. Aku masih tak percaya dengan apa yang ku dengar ku coba untuk meyakinkan diriku bahwa aku salah dengar.
“Jangan bercanda Tita, tadi aku ketemu dia diruang pak rector”
“Ini serius Mar, tadi pas mau pulang dia tabrakan sama mobil”

Enggak Tita pasti bohong Yoga belum meninggal, ini pasti bohong. Tak ingin dipermainkan dengan keadaan dan pemikiran seperti ini aku segera kerumah Yoga. Dan ternyata betapa terpukulnya aku bahwa sesosok mayat di hadapanku adalah Yoga. Tak ada kata yang mampu ku ucap. Kenapa dia pergi secepat ini. Aku mencintainya Ya Robb, kenapa kau ambil dia secepat ini. bahkan aku belum sempat mengatakan padanya bahwa aku sangat menyayanginya. Aku tak mengira Tadi diruang rector adalah pembicaraan kami yang terakhir. Mungkin ini memang yang terbaik, dan mungkin kini dia bahagia bertemu mamanya disana. Semoga kelak kita bertemu disurga .
***
About Me
Alzenni Manda, penulis saat ini berdomisili di Bojonegoro, Jawa Timur. Saat ini masih berstatus Mahasiswa di salah satu Universitas Swasta yang ada di kotanya. Pembaca bisa menemuinya di akun pribadinya. FB: Manda Netti 

Minggu, 31 Juli 2016

Bahagia

Bukankah bahagia itu hak setiap manusia?
Dalam tinggi dan rendahnya dunia
Bukankah bahagia tetap menjadi garis pastinya?
Tapi waktu merampasku dalam setiap detiknya
Waktu mengecamku dengan doktrin dan umpatnya
Bahagia bukan milikku
Dimana letak keadilan yang menjanjikan terang
Apa yang harus aku lakukan untuk tetap menjaga cerita
disetiap puing yang terkenang

Seperti Tuhan yang bersabda disetiap ayatnya

Selasa, 10 Mei 2016

Kenangan

Happy Wednesday Everyone dan Selamat pagi untuk kamu-semoga kamu selalu bahagia. Kamu yangtelah merebut hatiku dengan pasti. Kamu yang mampu membuatku merasa selalu bahagia sejak ku membuka mata hingga menutup mata kembali. Kamu yang selalu berbagi cerita tentang hal-hal kecil yang kamu alami hari itu. Kamu yang selalu bersikap layaknya orang yang paling mengerti aku. Kamu yang sellau bertingkah lucu dan konyol yang jatuhnya malah menjadi romantis. Kamu yang lebih memilih semalaman bikin lagu dibalkon daripada nonton film romantis. Kamu yang selalu membuatku merasakan getaran hebat setiap kali bertemu denganmu. 

Cinta memang seperti itu, dia bisa datang dan pergi kapanpun dia mau. dan kita hanya bisa pasrah menerima semua itu. Kita tak pernah sadar kapan tepatnya kita jatuh hati pada seseorang dan ketika kita pelan-pelan bisa menerima dan mulai terbiasa akan kehadiran-nya kita harus selalu siap untuk terluka kapanpun itu. Saat kita terluka sulit bagi kita untuk bisa menerimanya dan hal yang paling menyakitkan adalah saat kamu sudah benar-benar mencintainya, dia malah meninggalkan-mu begitu saja. Dan kamu tak pernah tahu, atas alasan apa dia pergi meninggalkan-mu. Apakah karena ada hati lain yang telah menggantikan posisimu? ataukah dia sudah mulai bosan denganmu? ataukah cintanya kepadamu sudah luntur, jatuh bersamaan derasnya hujan? ataukah dia bla bla. Sudahlah jangan berpikiran buruk dengannya, mungkin ada hal baik lain yang tak pernah kamu ketahui. 

Namun satu hal yang pasti, aku bahagia bisa mengenalmu. aku bahagia bisa berbagi banyak hal denganmu.hingga saat inipun aku masih bertanya-tanya. apa benar aku mencintaimu? sedangkan makanan favoritmu saja aku tidak tahu. Aku cuma tahu sedikit tentangmu dan semoga kita bisa bertemu lagi dalam sebuah hubungan dimana aku dan kamu benar-benar mengerti dan saling memahami satu sama lain. 

Cinta tak pernah memilih orang yang salah hanya saja orang itu mungkin tak pernah bisa memelihara cintanya.

Senin, 09 Mei 2016

Alamat-alamat email redaksi

Berikut alamat-alamat email redaksi koran, majalah, jurnal dan tabloid yang menerima kiriman Cerpen/Puisi/Esai:
1. Kompas
Alamat email Redaksi Kompas: opini@kompas.co.id, opini@kompas.com
Honor cerpen Rp. 1.400.000,- (tanpa potong pajak), honor puisi Rp. 500.000,- (tanpa potong pajak–referensi Esha Tegar Putra), biasanya 2-3 hari setelah pemuatan, honor sudah ditransfer ke rekening penulis
2. Koran Tempo
Alamat email redaksi Koran Tempo: ktminggu@tempo.co.id
Honor cerpen tergantung panjang pendek cerita, biasanya Rp. 700.000,- honor puisi Rp. 600.000,- (pernah Rp. 250.000,- s/d Rp. 700.000, referensi Esha Tegar Putra), ditransfer 2 mingguan setelah pemuatan.
3. Jawa Pos
Alamat email redaksi Jawa Pos: ari@jawapos.co.id
Honor cerpen Rp 900.000 – Rp. 1.000.000,- (potong pajak), honor puisi Rp. 500.000,- (referensi Isbedy Stiawan Zs), ditransfer 1-2 minggu setelah cerpen/puisi dimuat.
4. Suara Merdeka
Alamat email redaksi Suara Merdeka: swarasastra@gmail.com
Kirimkan cerpen, puisi, esai sastra, biodata, dan foto close up Anda. Cerpen maksimal 10.000 karakter termasuk spasi. Honor cerpen Rp. 300.000,- (potong pajak), honor puisi Rp. 190.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen. Bisa diambil langsung ke kantor redaksi atau kantor perwakilan redaksi di kota Anda—jika ada.
5. Media Indonesia
Alamat email redaksi Media Indonesia: cerpenmi@mediaindonesia.com, cerpenmi@yahoo.co.id
Naskah cerpen maksimal 9.000 karakter. Honor pemuatan cerpen Rp. 500.000,- dipotong pajak. (referensi dari Yetti A.Ka, Benny Arnas, Sungging Raga, dkk)
6. Republika
Alamat email redaksi Republika: sekretariat@republika.co.id
Tidak ada pemberitahuan dari redaksi terkait pemuatan cerpen. Sudah lama tidak memuat puisi. Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), tetapi—pengalaman beberapa rekan penulis, harus sabar menagih ke redaksi beberapa kali agar segera cair alias agak susah cair honornya.
7. Suara Karya
Alamat email redaksi Suara Karya: ami.herman@yahoo.com (email terbaru, diinformasikan redakturnya di grup CC)
Menurut redakturnya honor cerpen Suara Karya sudah naik jadi Rp. 250.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
8. Jurnal Nasional
Alamat email redaksi Jurnal Nasional: tamba@jurnas.com, witalestari@jurnas.com
Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
9. Pikiran Rakyat
Alamat email redaksi Pikiran Rakyat: khazanah@pikiran-rakyat.com
Honor cerpen Rp. 300.000,- (potong pajak), hubungi bagian keuangan via telepon untuk konfirmasi pencairan honor setelah 2-3 hari dimuat, honor ditransfer 2-3 minggu setelah konfirmasi, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
10. Tribun Jabar
Alamat email redaksi Tribun Jabar: cerpen@tribunjabar.co.id, hermawan_aksan@yahoo.com
Selain ada cerpen berbahasa Indonesia setiap Minggu, juga ada cerpen bahasa Sunda setiap hari Kamis bersambung Jumat. Honor cerpen Rp. 200.000,- (tanpa potong pajak). Honor ditransfer 3 hari atau 1 minggu setelah dimuat.
11. Kedaulatan Rakyat
Alamat email redaksi Kedaulatan Rakyat: naskahkr@gmail.com, jayadikastari@yahoo.com
Panjang cerpen maksimal 5.000 karakter dengan spasi. Honor cerpen Rp. 400.000,00
12. Joglo Semar (Yogyakarta)
Alamat email redaksi Joglo Semar: harianjoglosemar@gmail.com
Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
13. Minggu Pagi (Yogyakarta)
Alamat email redaksi Minggu Pagi: we_rock_we_rock@yahoo.co.id
Terbit seminggu sekali setiap Jumat. Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
14. Radar Surabaya
Alamat email redaksi Radar Surabaya: radarsurabaya@yahoo.com, diptareza@yahoo.co.id
Honor cerpen Rp. 200.000,- (potong pajak) . Honor cair seminggu setelah dimuat.
15. Lampung Post
Alamat email redaksi Lampung Post: lampostminggu@yahoo.com
Menerima cerpen, puisi, dan esai. Honor cerpen Rp. 200.000,- Honor puisi kalau tak salah juga Rp. 200.000,- Sekarang honor sudah ditransfer langsung oleh bagian keuangan, paling lambat 1 minggu setelah dimuat. Jika belum, silakan email bagian keuangan di emil_lampost@yahoo.com
16. Padang Ekspres
Alamat email redaksi Padang Ekspres: yusrizal_kw@yahoo.com, cerpen_puisi@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 100.000,- s/d Rp. 125.000,- honor puisi Rp. 75.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, bisa diambil langsung, atau minta tolong teman mengambilkan honor ke kantor redaksi.
17. Haluan (Padang)
Alamat email redaksi Haluan: nasrulazwar@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 150.000,- honor puisi Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
18. Singgalang (Padang)
Alamat email redaksi Singgalang: hariansinggalang@yahoo.co.id, a2rizal@yahoo.co.id
Honor cerpen Rp. 50.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
19. Riau Pos
Alamat email redaksi Riau Pos: budayaripos@gmail.com, kabut.azis@gmail.com
Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
20. Analisa (Medan)
Alamat email redaksi Analisa: rajabatak@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
21. Sinar Harapan
Alamat email redaksi Sinar Harapan: redaksi@sinarharapan.co.id, blackpoems@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
22. Jurnal Cerpen Indonesia
Alamat email redaksi Jurnal Cerpen Indonesia: jurnalcerpen@yahoo.com, jurnalcerita@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 250.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
23. Majalah Horison
Alamat email redaksi Majalah Horison: horisoncerpen@gmail.com, horisonpuisi@gmail.com
Honor cerpen Rp. 350.000,- honor puisi tergantung berapa jumlah puisi yang dimuat, biasanya dikirimi majalahnya sebagai bukti terbit. Hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi, dan kadang honor dikirim via wesel jika tidak ada nomer rekening.
24. Majalah Esquire
Alamat email redaksi Majalah Esquire: cerpen@esquire.co.id
Honor cerpen Rp. 800.000,- (potong pajak). Jika akan dimuat ada konfirmasi dari redaksi.
25. Majalah Sabili
Menurut informasi, majalah ini sudah tidak terbit lagi sejak Oktober 2013.
26. Majalah Suara Muhammadiyah
Alamat email redaksi Majalah Suara Muhammadiyah: redaksism@gmail.com
Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
27. Majalah Ummi
Alamat email redaksi Majalah Ummi: kru_ummi@yahoo.com
Tema cerpen seputar keluarga dan rumah tangga. Honor cerpen Rp. 250.000,- (dipotong pajak) ditransfer paling telat satu bulan setelah pemuatan. Ada konfirmasi jika akan dimuat.
28. Majalah Kartini
Alamat email redaksi Majalah Kartini: redaksi_kartini@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 350.000,- Sekarang honor ditransfer ke rekening penulis sekitar 3 bulanan atau jika belum juga silakan hubungi redaksi via email atau sosial media Kartini. Ada konfrimasi jika akan dimuat.
29. Majalah Alia
Alamat email redaksi Majalah Alia: majalah_alia@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 300.000,- Ada konfirmasi pemuatan.
30. Majalah Femina
Alamat email redaksi Majalah Femina: kontak@femina.co.id
Honor cerpen Rp. 850.000,- dan cair seminggu setelah dimuat. Ada konfirmasi jika akan dimuat dan menanda-tangani surat pernyataan keaslian karya di atas matrai.
31. Majalah Sekar
OTT – Menurut kabar yang beredar majalah ini tidak terbit lagi mulai November 2013.
Alamat email redaksi Majalah Sekar: Sekar@gramedia-majalah.com (info dari Teguh Affandi “S”-nya besar)
Honor cerpen Rp. 400.000,- dibayar sebulan setelah majalah terbit. Redaksi akan mengirim sms jika karya
akan dimuat.
32. Majalah Story
Alamat email redaksi Majalah Story: story_magazine@yahoo.com
Tema cerpen khas ala remaja/teenlit. Konfirmasi pemuatan cerpen via telepon dari redaksi Story. Antrian pemuatan panjang, bisa 1-2 tahun. Honor cerpen Rp. 250.000,00
33. Majalah Gadis
Alamat email redaksi Majalah Gadis: GADIS.Redaksi@feminagroup.com
Tema cerpen khas ala remaja/teenlit. Honor untuk Percikan (cerpen mini tiga halaman) Rp. 500.000,- Honor untuk Cerpen Rp. 800.000,- ditransfer 1 bulanan setelah majalah terbit.
34. Majalah Annida-online
Alamat email redaksi Majalah Annida-online: majalah_annida@yahoo.com
Ada konfirmasi pemuatan cerpen via email redaksi Annida-online. Honor cerpen Rp. 70.000,- maksimal sebulan setelah pemuatan honor sudah ditransfer.
35. Majalah Bobo
Alamat email redaksi Majalah Bobo: bobonet@gramedia-majalah.com
Honor cerpen Rp. 250.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
36. Kompas khusus Cerpen Anak
Alamat email redaksi Kompas khusus Cerpen Anak: opini@kompas.co.id, opini@kompas.com
Pada subjek email ditulis CERPEN ANAK: JUDUL CERPEN. Honor cerpen Rp. 300.000,- Resensi buku anak honor Rp. 250.000,- Honor cair tiga hari setelah pemuatan.
37. Tabloid Nova
Alamat email redaksi Tabloid Nova: nova@gramedia-majalah.com
Honor cerpen Rp. 388.000,- Honor ditransfer sebulan setelah dimuat.
38. Tabloid Cempaka (Jawa Tengah)
Alamat email redaksi Tabloid Cempaka: redaksi@tabloidcempaka.com
Naskah tidak lebih dari 5 halaman dengan spasi ganda. Honor cerpen Rp 135.000, harus ditagih ke redaksi. Ada konfirmasi pemuatan.
39. Inilah Koran (Jawa Barat)
Alamat email redaksi Inilah Koran: inilahkoran@inilah.com, redaksijabar@inilah.com
Honor: 100.000 (mhasiswa)-150.000(umum). Lebih baik minta dicairkan pada teman yang berdomisili di Bandung.
40. Majalah HAI (Majalah Cowok)
Alamat email redaksi Majalah HAI: cerpen_hai@yahoo.com
Dengan spesifikasi: panjang tulisan maksimal 6000 karakter (berikut spasi).
6000 – 9000 karakter, ketik 2 spasi, kertas folio/A4 format rtf.
Kirim via e-mail dengan subjek CERPEN
Terbit tiap Senin.
41. Majalah Aneka Yes!
Alamat email redaksi Majalah Aneka Yes!: aneka@indosat.net.id or yess_pals@yahoo.com dengan subjek FIKSI
-Cerpen maksimal 7 hlm folio spasi ganda
-Sertakan pernyataan cerpen orisinil dan belum pernah dipublikasikan dan bermaterai
Jika dalam waktu 3 bulan tidak dimuat, berarti cerpen tak layak muat.
42. Majalah CHIC
Alamat email redaksi Majalah CHIC: cerpen_chic@yahoo.co.id
Cerpen metro-pop, ketik 2 spasi. Atau Maks. 9rb CWS halaman A4
43. Tabloid Gaul
Alamat email redaksi Tabloid Gaul: tabloid.gaul@yahoo.co.id
cerpen teenlit, maks. 8 hal. Folio, ketik 1,5 spasi, sekitar 10.000 karakter+spasi
44. Majalah Kawanku
Alamat email redaksi Majalah Kawanku: cerpenkawanku@gmail.com
Cerpen remaja, maks. 8 halaman A4, ketik 2 spasi.
Cantumkan identitas lengkap, alamat, dan nomor rekening
Jika 3 bulan tidak dimuat, berarti cerpen tak layak muat.
45. Wonder Teens
Alamat email redaksi Wonder Teens: majalah.teen@gmail.com, majalah.teen2@gmail.com
Cerpen teenlit, maks. 6 hal A4, ketik1,5 spasi.
46. Majalah Pesona
Alamat email redaksi Majalah Pesona: pesona@feminagroup.com
Panjang cerpen 10.000-an karakter dengan 2 spasi, honor sekitar Rp 850.000,00

Jumat, 29 April 2016

FTS Ramadhan (5 juli 2014)

TARAWIH DENGANMU
Ini adalah pengalaman pertama yang aku dapatkan yaitu tarawihku bersama teman-teman dan orang tersayang disekolah. Kalau tahun-tahun sebelumnya, setiap bulan ramadhan tiba sekolah kita selalu mengadakan pondok romadhon atau yang lebih dikenal dengan pesantren kilat. Tahun ajaran kali ini atau bulan puasa pada tahun ini berbeda dengan sebelumnya.
Sekolah menyelenggarakan tarawih dan tadarus bersama dimasjid sekolah. Tujuan agar kita bisa semakin dekat satu sama lain dan semakin kompak. Jadi setiap malam masjid sekolah akan selalu ramai, tapi kelasnya digabung secara acak tiap kelas bergiliran setiap malam. Semisal kelas X-1 gabung dengan XII-S1 dapat giliran hari pertama yang harus tarawih dan tadarus disekolah selama 2 hari, besoknya baru dilanjut kelas selanjutnya sesuai urutan yang telah ditentukan disekolah.
Dan kelasku mendapat giliran pada minggu kedua pada hari rabu dan kamis, kelasku beserta beberapa kelas lainnya tidak digabung dengan kelas lain karena memang sudah tidak ada kelas yang bisa digabung semua sudah mendapatkan pasangan masing-masing.
Sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan sekolah, hari itu aku berangkat lebih awal sebelum jam sholat tarawih tiba. Aku pergi diantar dengan ayah karena memang nenekku tak mengijinkan aku pergi sendiri takut ini itu terjadi padaku maklumlah nenek orang kuno jadi masih kolot dan banyak aturan gitu.
Sesampainya disekolah aku langsung menuju ke mushola, mushola itu terletak ditengah setelah lapangan utama sedangkan sekolahku berbentuk angka delapan. Dalam perjalanan aku melihat ruang osis begitu ramai sepertinya pengurus osis lagi berkumpul dan bercanda disana dan tiba-tiba ada salah satu orang yang keluar dan aku mempercepat langkahku.
Teman-temanku sudah berkumpul di masjid ternyata mereka meneriaki.
“Da, disini.” Mereka berteriak sambil melambaikan tangan. Aku hanya mengangguk.
Ternyata masjid sudah ramai bahkan mereka sudah duduk manis ditempatnya siap melaksanakan sholat tarawih. Adzan dan iqomat pun selesai dikumandangkan dan kini tibalah waktunya sholat tarawih.
Selesai sholat tarawih dan dzikir, aku baru menyadari bahwa orang dibarisan depanku adalah dia. Dia yang tadi aku lihat keluar dari ruang osis ketika aku berangkat. Sebenarnya pengen lama-lama disini tapi tak mungkin bisa.
Seraya melipat mukena akupun berpamitan dengan teman-teman. Karena memang aku hanya dapat izin untuk sholat tarawih disekolah tidak dengan tadarus nenekku tak mengijinkan aku pulang malam dan ibuku hanya mengiyakan saja. Lagi-lagi terbentur izin dan segala macam aturannya.
“Kok pulang sich Da, kan belum tadarus?” protes Yuli
“Aku nggak ikut tadarus kan sudah ada kalian…hehe”
“Gara-gara gak dapat ijin?” Vita memastikan
“hehe” Aku cuma bisa nyengir, karena memang itu benar.
Setelah selesai melipat mukena aku langsung keluar masjid. Setelah ada diluar sambil berjalan aku menghubungi ayahku minta dijemput. Dan ayahku bilang orangnya masih beli obat buat nenek jadi datangnya agak terlambat. Aku tak menyadarinya kalau sejak tadi ternyata ada orang lain yang berjalan beiringan denganku.
“Gak tadarus dulu dek? Kok pulang?” Dia mencoba memberitahuku akan adanya dirinya disampingku entah sejak kapan. Mengagetkanku itu pasti.
“Enggak kak.” Jawabku pendek
“Kenapa?”
“Emmmmm” Aku bingung harus menjawa apa tak mungkin aku bilang yang sebenarnya kedia karena pasti dia akan menertawakanku.
“Udah nggak usah dijawab kalau nggak mau ngasih tau.” Katanya setelah melihat mimik wajahku yang sedang kebingungan mencari alasan.
“Kakak sendiri kok disini?” Aku bertanya balik padanya
“Aku mau ngambil absen, duluan ya.”
Aku hanya tersenyum, bahagia disapanya. Dia adalah orang yang membuatku semangat untuk datang ke sekolah. Andi siswoyo itulah namanya, kakak kelas yang masuk anggota osis dan berhasil masuk dihatiku menempati posisi terdalam disana.
“Yah kok belum sampai?” Tanyaku dibenda mungil yang kini menempel ditelinga.
“Ini masih antri sebentar ya.” Jawab orang diseberang sana disertai dengan pemutusan telepon sepihak. Membuatku semakin dongkol saja, sudah tak bisa ikut tadarus bersama teman- teman malah harus nunggu jemputan yang lama sekali.
Didepan ruang guru ada seseorang yang berdiri memperhatikanku. Pintu ruang guru menghadap langsung kepintu gerbang, jadi otomatis dia bisa melihat dengan jelas aku sekarang. Tiba-tiba orang itu berjalan kearahku. Aku semakin deg-deg an, tak pernah menyangka atau bahkan membayangkan dia mau dekat-dekat denganku.
“Kok belum pulang?” Katanya begitu sampai disebelahku
“Belum dijemput.” Jawabku sambil terus memandangi wajahnya begitu meneduhkan.
“Aku antar mau?”
Aku hanya diam mencoba mencerna semua yang dikatakannya barusan. Ini semua seperti mimpi. Tapi aku tak mungkin mengiyakan tawarannya, nenekku bisa ngamuk kalau tahu.
“Sebelumnya terima kasih tapi nggak usah nanti malah ngrepotin.”
“Nggak repot kok.”
“Enggak” bersamaan dengan itu jemputanku pun datang.
“Duluan ya kak.”
“Iya hati-hati.”
Aku pulang dengan hati yang berbunga-bunga. Ramadhan yang menyenangkan, tarawih yang mengesankan karena ada kamu disitu.
***



KKDS-group mmjn

NODA CINTA
Aku mengenalnya dari Ujian Tengah Semester beberapa bulan lalu. Dia adalah anak XII-S1 kakak kelasku, seperti biasa saat ujian kelas X digabung dengan kelas XII meski aku tak sebangku dengannya tetap saja kita sekelas. Sebenarnya aku tak mengenalnya, tapi gara-gara sikapnya itu membuat aku bertanya ke orang yang duduk disampingku. Saat guru jaga keluar kelas dia mulai cari perhatian yang nglempar penghapus lah, yang manggil-manggil namaku dan ini itu. Begitulah awal perkenalan kita. Dan sekarang kami menjadi pasangan.
“Coklat mau?” tanyanya seraya menyodorkan tangannya.
“Enggak” jawabku pendek
“Permen? Ini juga ada atau ini? Atau yang mana ambil aja.” dia masih mencoba menawarkan apa yang dia bawa, tangannya penuh dengan aneka macam makanan. Rupanya dia habis dari kantin.
“Enggak makasih.”
“Loh jangan gitu donk. Aku sengaja beli ini semua buat kamu.”
“Tapi aku nggak mau semua itu.”
“Kamu nggak suka ya? Terus kamu sukanya apa? Atau kita kekantin aja biar kamu bisa pilih mana yang kamu suka.”
“Enggak, aku mau disini aja. Keluar gih bentar lagi bel.”
“Tapi kan …”
Kringgg kringgg…
“Tuh udah bel, balik kekelas sana.”
“Nanti siang pulang bareng. Aku tunggu di depan kelas.” Ajaknya seraya menjauh dari bangku ku. Dia selalu begitu, bersikap berlebihan padaku.
***
“Aku anter ya?” ucap mukhlis saat melihatku sampai di depan kelasnya. Aku selalu melewati kelasnya karena memang kelas dia ada didekat kantor guru, satu-satunya jalan arah menuju gerbang sekolah sementara kelas aku ada dipaling ujung dekat kantin jadi lebih masuk kedalam.
“Enggak usah, aku sama temen aja. Aku du…”  Dia menarik pergelangan tanganku sebelum aku selesai melanjutkan kalimatku.
“Kamu kenapa sich? Aku serius sayang sama kamu.” Dia memang tak pernah lelah meyakinkanku tentang perasaannya dari dulu.
“Sekarang aku sulit untuk bisa mempercayaimu.”
“Tapi kenapa?”
“Sudahlah kak, sudah cukup semua permainanmu. Aku tahu kamu dan Fatimah pernah ada hubungan tapi itukan sudah berakhir beberapa waktu lalu dan aku juga sudah lelah dimarahin terus sama mantanmu itu. Dia selalu menuduhku kalau aku telah merebutmu dari dia. Dia itu masih sayang sama kamu. ” terangku seraya melepaskan genggaman tangannya.
Fatimah adalah teman SMP ku dan dia adalah tetangga Mukhlis sekaligus mantannya, ternyata mereka memliki hubungan special aku tahu itu saat awal masuk SMA ini.
“Tapi aku nggak. Dengerin aku dulu donk dek. Aku sudah tidak ada apa-apa dengannya.”
“Awalnya aku juga berfikir begitu, dia hanya masa lalumu. Tapi setelah aku tahu kamu balikan lagi sama dia dibelakangku aku sudah tak bisa percaya lagi denganmu.”
“Gak gitu dek.”
“Kamu tahu kan aku berusaha mati-matian agar mempunyai rasa yang sama denganmu dan kamu selalu meyakinkanku bahwa semua rasa sayangmu itu hanya untukku, kamu juga membuktikan itu. Tapi kenapa saat aku sudah bisa menerimamu dan menyayangimu kamu malah seperti ini? Dari yang tak ada rasa sampai menyayangimu itu bukan hal yang mudah harusnya kamu tau itu.” Dan seketika itu tangisku pun pecah. Sambil berlari aku mencoba menata hatiku, semua akan baik-baik saja meski sakitnya begitu menyiksa. Setelah semua yang telah kita lewati bersama apa makna dari semua ini, Pengorbananku tak dihargai dan cintaku pun telah dinodainya.


Bojonegoro, 30 Juni 2014
***

Kedungadem Bojonegoro dengan kode pos 62195 menjadi kota terlahirnya Neti Mandasari dengan nama pena Alzenni Manda. Jika ada yang sudi mengenalnya silahkan tengok di @MandaNetty atau di manda.net09@gmail.com

Based On True Story

Titik heroik penjual tempe dalam memoar

Aku suka dengan bahan makanan yang terbuat dari kedelai. Bukan tahu melainkan tempe. Aku menyukainya dan semua jenis olahan darinya. Makanan sederhana tapi memiliki rasa yang tak kalah dengan makanan mewah yang ada di restoran dan hotel berbintang. Awalnya bukan karena rasa yang membuatku tertarik padanya tapi karena kakekku adalah seorang penjual tempe keliling, bahkan beliau memproduksinya sendiri. Alasan yang sederhana namun mampu meninggalkan kesan yang mendalam. Sebuah pekerjaan yang tak layak disebut profesi. Profesi itu beliau jalani selama belasan tahun. Tak ada kata mengeluh apalagi putus asa yang keluar dari mulutnya.
Sebelum matahari bersinar beliau sudah harus memulai semuanya. Disaat orang-orang menikmati tidur indahnya beliau malah harus bangun untuk menyiapkan dagangannya untuk berdagang besok. Tepat pukul 01.00 pagi beliau harus mencuci kedelai yang akan diproduksinya, kedelai itu harus benar-benar bersih agar tempe yang dihasilkan bisa sempurna. Setelah mencucinya kemudian beliau harus merendamnya dan masih banyak tahap-tahap yang masih harus dilalui untuk mendapatkan tempe yang terbaik.
Selepas subuh beliau harus berkeliling untuk menjual tempe-tempe tersebut. Dari satu kampung masuk ke kampung yang lain. Bahkan bisa sampai berpuluh-puluh kilometer beliau lewati dengan mengayuh sepeda ontel bututnya. Kendaraan yang tidak memiliki nilai jual tinggi tapi mampu membantunya dalam menghabiskan tempe-tempenya.
Meski harus berpeluh kesah melawan sengatan matahari dan bermandikan cucuran keringatitu semua tak dapat mengalahkan semangatnya, beliau masih bisa tersenyum entah itu dari hati atau simbolis dibibir saja. Dengan yakin beliau tetap melangkah karena menurut beliau, tak akan ada yang sia-sia jika kita mau terus berusaha dan berdo’a. Allah akan turun tangan membantunya.
Demi keluarga beliau mampu menjalankan tugasnempurna. Beliau tidak akan pernah pulang jika bahan makanan yang berwarna putih itu belum habis. Tak peduli panas ataupun hujan beliau terus mengayuh sepeda bututnya untuk menukarkan bahan makanan yang berwarna putih  itu dengan lembaran-lembaran rupiah, agar dapur nenek masih bisa mengepul setiap harinya. Tak banyak hasil yang diperoleh dari profesi penjual tempe keliling. Setiap harinya beliau hanya membawa beberapa lembar rupiah saja, bukan karena tidak laku semua tempe-tempenya tapi karena tak sedikit dari pembeli yang mengutang bahkan ada juga yang barter dengan beras,gandum ataupun yang lainnya.
Bagi beliau itu bukanlah masalah yang besar, yang terpenting Ia dan keluarga masih bisa bertahan dengan perolehan yang terbatas tersebut. Beliau termasuk sosok yang baik hati dan suka menolong orang lain. “orang kaya itu memang banyak tapi orang kaya yang tidak sombong dan suka berbagi itu tidak banyak”. Terlihat sekali bahwa beliau sangat mencintai profesinya saat ini. Pekerjaan yang sangat rumit, sangat menguras tenaga, namun hasil yang diperoleh tak seberapa besarnya dan kurasa tak ada orang yang mau menjalani profesi ini dijaman sekarang.
 “kenapa lebih memilih menjadi seorang penjual keliling dibanding pekerjaan yang lain? Padahal kebanyakan temen kakek jadi guru.” Tanyaku pada beliau
“karena dengan menjadi penjual tempe keliling kita bisa membantu orang lain, tak perlu menunggu kaya kita baru membantu orang lain. Selagi kita mampu kenapa tidak kita lakukan? Lagian kalau semua jadi guru, terus siapa yang akan menjual tempe.” Jelas beliau
“lalu kenapa kita harus memikirkan orang lain? padahal kakek juga masih kekurangan. Kebutuhan kakek juga masih banyak yang belum terpenuhi dengan baik.”
“jika kita selalu berpikir kurang maka selamanya kita akan selalu kekurangan. Jadi cukupkanlah apapun yang kau dapat.” Jawaban yang cukup membuatku terdiam untuk beberapa waktu.
            Aku kagum dengan sosok kurus dan tinggi ini, meski sebagian rambutnya sudah berubah warna tapi itu tidak menjadi pantangan bagi beliau. Tak banyak orang seperti beliau. Kebanyakan dari mereka lebih memilih untuk berdiam diri dirumah menikmati masa senjanya dibandingkan harus banting tulang seperti itu. Hari-harinya dipenuhi dengan bekerja, bekerja dan bekerja. Semua beliau lakukan sendirian.
            Bukan hal yang mudah. Menaklukkan terik mentari,bersahabat dengan debu jalanan dan menekan sang waktu agar tak cepat berlalu. Setiap beliau pulang ada guratan kelelahan yang terlihat diwajahnya namun dengan seketika guratan itu tergantikan dengan senyum kemenangan karena hari ini Ia mampu memenuhi tanggung jawabnya dengan baik meski harus berpeluh kesah.
            Aku bangga memilikinya. Seseorang yang begitu tangguh, penyabar dan tak pernah menyalahkan keadaan. Selalu bekerja keras untuk mendapatkan apa yang kita inginkan itulah yang selalu diajarkannya padaku. Beliau telah menjadi sosok yang patut dicontoh.
            Namun kini semua itu tinggal kenangan. Disaat segala sesuatunya sudah membaik, beliau tak dapat melihatnya. Harusnya saat ini beliau menikmati semua hasil jerih payahnya, berada ditengah-tengah kita dan menjalani semua bersama-sama. Tapi pada kenyataannya takdir berkata lain. Sang pencipta terlalu sayang pada beliau sehingga beliau diambil terlebih dahulu dibanding kami. Bagiku ini semua terlalu cepat tapi kenangan tentang beliau masih terekam jelas dalam memoryku. Kini setelah beliau tak ada semua menjadi begitu bermakna.
Selamat jalan kakek, semoga kau tenang di Surga. Terima kasih untuk semua yang telah engkau berikan kepada kami, perjuanganmu begitu berarti. Terima kasih telah menjadi panutan bagi kami dan terima kasih telah menjadikan anak dan cucumu tidak harus sepertimu. Do’a kami selalu mengalir untukmu.


***
 Event Penerbit Kunci, 28 Juli 2013

Dalam Buku Aku Yang Lain

AKU ADA KARENA PIKIRANKU

Tak banyak orang yang mengenalku, dalam hal ini maksud dari mengenal adalah benar-benar tahu karakter dan sifatku seperti apa bisa memahami dan mengertiku. Kebanyakan mereka hanya menilai dari sudut pandang yang tak bisa dipertanggungjawabkan. Hanya segelintir orang yang bisa mengenaliku, seperti ibuku saja. Bahkan ayahku pun tak tahu karakter dan sifatku seperti apa.
Di mata teman-teman, aku itu orangnya tidak jelas, suka menyendiri, cewek manja, dan aneh. Aku bukannya tidak jelas, tapi mereka yang kurang bisa mengertiku apa yang aku maksudkan. Bukan pula suka menyendiri, hanya saja aku tak suka bergosip ria dengan mereka. Bagiku, tindakan itu hanya akan menambah puing-puing dosaku saja.
Pernah suatu ketika salah satu teman dekatku marah padaku gara-gara di sebuah forum aku menyampaikan ketidaksukaanku terhadap keterlambatan waktu. Dengan kata lain, aku memprotes mereka yang tidak bisa ontime.
Jujur, aku tidak suka sikap kamu tadi di forum, ucap Tita padaku.
Ada masalah? tanyaku.
Ya jelas ada, kamu itu orangnya tidak sabar dan pengertian. Kamu itu hanya duduk di sini, sedangkan mereka kesana-kemari mencari dana. Harusnya kamu itu bisa memahami keterlambatan mereka, bukan justru marah-marah seperti tadi, jelas Tita.
Aku tidak marah-marah, aku hanya tidak suka ketidakdisiplinan. Kalau mereka bisa menjadwalkan kapan kita rapat, seharusnya mereka juga bisa menepati apa yang telah mereka putuskan. Lagian kepentinganku juga bukan hanya di sini saja, jawabku mencoba membela diri.
Kamu tahu? Kamu sama saja seperti anak-anak, tidak bisa berfikir layaknya orang dewasa.
Terserah dengan apa yang kau katakan.”
Sebagai orang terdekatmu, aku tak ingin kamu seperti ini. Jangan labil, kelak kau akan malu sendiri dengan apa yang telah kau lakukan, nasihat Tita.
Sebagian tetangga menilai, aku itu orangnya sombong dan angkuh. Karena tak pernah mau berkumpul ataupun berbagi cerita bersama dengan mereka. Aku hanya menjaga diri dari fitnah. Apapun yang aku lakukan pemikiran mereka selalu negatif. Telinga ini terasa panas, bahkan terkadang darah ini mendidih seketika mendengar gunjingan mereka. Hingga tak jarang hal itu menimbulkan rasa nyeri di hatiku. Aku hanyalah manusia biasa yang bisa merasakan sakit, aku lebih suka menghindar daripada terluka oleh omongan mereka.
Aku itu orangnya simple. Jika seseorang bisa memberiku gula, aku selalu berusaha untuk bisa memberikannya madu. Tapi jika seseorang itu memberikanku kopi, maka aku bisa memberikan sesuatu yang lebih pahit daripada kopi. Aku bukan tipe orang yang pelit. Aku itu orangnya mudah frustasi dan susah untuk bangkit lagi. Bagiku hal yang paling sulit adalah memulainya. Jika semua yang kubangun dengan susah payah kemudian hancur begitu saja, susah bagiku untuk mampu bangkit kembali. Susah bukan berarti tidak bisa, tapi susah itu butuh waktu yang dirasa cukup untuk mengembalikan semua energi positif, semangat, dan membangun kembali apa yang telah gagal.
Sisi lain yang aku punya adalah mudah tertarik dengan hal-hal baru. Tetapi juga mudah bosan dengan hal-hal tersebut, suka berbagi dan juga suka diperhatikan.
Tertarik dengan benda-benda yang aku nilai lucu dan unik, kemudian mengumpulkan satu persatu hingga menghasilkan kumpulan koleksi benda-benda menggemaskan. Semua itu adalah hal yang tak banyak diketahui orang lain, bahkan teman dekatku sendiri.
Jika salah satu sisi hatiku terluka, aku bisa menangis berapa lama pun itu pun. Tapi tidak di sembarang tempatlah.
Aku hanyalah orang yang mencoba menarik perhatian orang yang aku sayang dengan hal-hal yang tak pernah mereka duga. Aku hanya ingin merasakan bahwa aku tak hidup sendiri. Masih ada banyak orang yang peduli dan memberikan semua yang aku butuhkan termasuk perhatian mereka.
Terkadang aku menjadi sosok yang gampang terpengaruh dengan omong kosong orang lain, tapi terkadang aku juga bisa menjadi orang paling keras kepala.
Bagiku, menjadi diri sendiri itu lebih baik. Hal yang terpenting, aku akan selalu berupaya menjadi diri sendiri, sesuai dengan keadaanku. Tanpa perlu ada yang dibuat-buat maupun ditutupi. Karena, tindakan dan sikapku menjadi ada sebagai hasil dari segala keadaan yang ada dalam pikiranku. So, just be myself!

* * *


Neti Mandasari memiliki nama pena Alzenni Manda. Lahir di Bojonegoro, 17 Maret 1992. Saat ini tercatat sebagai mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di salah satu universitas swasta di Bojonegoro.  
(Event Penerbit Harfeey  yang pertama kali saya ikuti. Dalam Buku AyL bulan Mei 2013)