Cursor

Hetalia: Axis Powers - Taiwan

Jumat, 29 April 2016

KKDS-group mmjn

NODA CINTA
Aku mengenalnya dari Ujian Tengah Semester beberapa bulan lalu. Dia adalah anak XII-S1 kakak kelasku, seperti biasa saat ujian kelas X digabung dengan kelas XII meski aku tak sebangku dengannya tetap saja kita sekelas. Sebenarnya aku tak mengenalnya, tapi gara-gara sikapnya itu membuat aku bertanya ke orang yang duduk disampingku. Saat guru jaga keluar kelas dia mulai cari perhatian yang nglempar penghapus lah, yang manggil-manggil namaku dan ini itu. Begitulah awal perkenalan kita. Dan sekarang kami menjadi pasangan.
“Coklat mau?” tanyanya seraya menyodorkan tangannya.
“Enggak” jawabku pendek
“Permen? Ini juga ada atau ini? Atau yang mana ambil aja.” dia masih mencoba menawarkan apa yang dia bawa, tangannya penuh dengan aneka macam makanan. Rupanya dia habis dari kantin.
“Enggak makasih.”
“Loh jangan gitu donk. Aku sengaja beli ini semua buat kamu.”
“Tapi aku nggak mau semua itu.”
“Kamu nggak suka ya? Terus kamu sukanya apa? Atau kita kekantin aja biar kamu bisa pilih mana yang kamu suka.”
“Enggak, aku mau disini aja. Keluar gih bentar lagi bel.”
“Tapi kan …”
Kringgg kringgg…
“Tuh udah bel, balik kekelas sana.”
“Nanti siang pulang bareng. Aku tunggu di depan kelas.” Ajaknya seraya menjauh dari bangku ku. Dia selalu begitu, bersikap berlebihan padaku.
***
“Aku anter ya?” ucap mukhlis saat melihatku sampai di depan kelasnya. Aku selalu melewati kelasnya karena memang kelas dia ada didekat kantor guru, satu-satunya jalan arah menuju gerbang sekolah sementara kelas aku ada dipaling ujung dekat kantin jadi lebih masuk kedalam.
“Enggak usah, aku sama temen aja. Aku du…”  Dia menarik pergelangan tanganku sebelum aku selesai melanjutkan kalimatku.
“Kamu kenapa sich? Aku serius sayang sama kamu.” Dia memang tak pernah lelah meyakinkanku tentang perasaannya dari dulu.
“Sekarang aku sulit untuk bisa mempercayaimu.”
“Tapi kenapa?”
“Sudahlah kak, sudah cukup semua permainanmu. Aku tahu kamu dan Fatimah pernah ada hubungan tapi itukan sudah berakhir beberapa waktu lalu dan aku juga sudah lelah dimarahin terus sama mantanmu itu. Dia selalu menuduhku kalau aku telah merebutmu dari dia. Dia itu masih sayang sama kamu. ” terangku seraya melepaskan genggaman tangannya.
Fatimah adalah teman SMP ku dan dia adalah tetangga Mukhlis sekaligus mantannya, ternyata mereka memliki hubungan special aku tahu itu saat awal masuk SMA ini.
“Tapi aku nggak. Dengerin aku dulu donk dek. Aku sudah tidak ada apa-apa dengannya.”
“Awalnya aku juga berfikir begitu, dia hanya masa lalumu. Tapi setelah aku tahu kamu balikan lagi sama dia dibelakangku aku sudah tak bisa percaya lagi denganmu.”
“Gak gitu dek.”
“Kamu tahu kan aku berusaha mati-matian agar mempunyai rasa yang sama denganmu dan kamu selalu meyakinkanku bahwa semua rasa sayangmu itu hanya untukku, kamu juga membuktikan itu. Tapi kenapa saat aku sudah bisa menerimamu dan menyayangimu kamu malah seperti ini? Dari yang tak ada rasa sampai menyayangimu itu bukan hal yang mudah harusnya kamu tau itu.” Dan seketika itu tangisku pun pecah. Sambil berlari aku mencoba menata hatiku, semua akan baik-baik saja meski sakitnya begitu menyiksa. Setelah semua yang telah kita lewati bersama apa makna dari semua ini, Pengorbananku tak dihargai dan cintaku pun telah dinodainya.


Bojonegoro, 30 Juni 2014
***

Kedungadem Bojonegoro dengan kode pos 62195 menjadi kota terlahirnya Neti Mandasari dengan nama pena Alzenni Manda. Jika ada yang sudi mengenalnya silahkan tengok di @MandaNetty atau di manda.net09@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar